Estimation of Genetic Components of Cocoa Populations (Theobroma cacao L.) in Seedling Phase
Wuriandani, Adinda, Desta Wirnas, Agung Wahyu Susilo, Sobir
Оригинальная аннотация
Penggunaan bibit sebagai bahan tanam maupun batang bawah untuk perbanyakan klonal sering dilakukan. Bahan tanam berupa bibit merupakan bahan tanam unggul yang berasal dari tetua unggul maupun persilangan antar tetua unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai duga komponen genetik melalui desain persilangan North Carolina II pada karakter morfologi tanaman kakao fase bibit. Persilangan dilakukan dengan menggunakan lima genotipe tetua betina, yaitu; KW 516, Sulawesi 3, TSH 858 dan dua genotipe tetua jantan, yaitu; ICCRI 09, Scavina 6. Pengamatan dilakukan pada tanaman umur 16 MST pada karakter morfologi tanaman yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan rasio akar/tajuk. Genotipe Sulawesi 3 merupakan genotipe tetua betina terbaik, sedangkan Scavina 6 merupakan genotipe tetua jantan terbaik. Genotipe persilangan terbaik berdasarkan nilai DGK nya adalah genotipe TSH 858 x Scavina 6, KW 516 x ICCRI 09, dan Sulawesi 3 x ICCRI 09. Genotipe persilangan Sulawesi 3 x ICCRI 09 merupakan genotipe dengan vigor yang baik yang memenuhi kriteria bibit unggul dan siap untuk ditanam di kebun. Karakter morfologi pada tanaman kakao fase bibit dikendalikan oleh gen dominan pada semua karakter kecuali pada karakter volume akar. Kata kunci: bibit, daya gabung khusus, daya gabung umum, North Carolina IISeedling is often used as planting material and rootstock for clonal propagation in cocoa. Seedling as cocoa planting material came form superior parents or crosses of superior parents. The research aimed to estimate the genetic components of cocoa morphological characters using the North Carolina II mating design. Three female parent genotypes, namely KW 516, Sulawesi 3, and TSH 858, were crossed with two male parent genotypes, namely ICCRI 09 and Scavina 6. Observed variables consisted of plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, root length, root volume, shoot fresh and dry weight, root fresh and dry weight, root:shoot ratio at 16 weeks after showing. General combining ability (GCA) value showed Sulawesi 3 as the best female parent, and Scavina 6 as the best male parent. Specific combining ability (SCA) values showed TSH 858 x Scavina 6, KW 516 x ICCRI 09, and Sulawesi 3 x ICCRI 09 as the best crosses. Sulawesi 3 x ICCRI 09 seedlings had good vigor and met the criteria for transplanting. Cocoa morphological characters were affected by dominant gene action except for root volume. Keywords: seedling, North Carolina II, general combining ability, specific combining abilit
Идентификаторы
Canonical: https://research.holos.house/w/9f75cc8a-998f-45de-96dd-bf71461958cd
DOI: 10.24831/jai.v48i1.30159